• Home
  • Sosial
  • Masa Depan Suram, Petani Alih Profesi di Riau

Masa Depan Suram, Petani Alih Profesi di Riau

Rabu, 08 April 2015 10:35 WIB
PEKANBARU - Mungkin petani mulai lelah. Begitulah kiasan dialami para petani di Riau memperkirakan masa depan pekerjaan mereka semakin suram. Alhasil banyak yang beralih ke profesi lain.

Akibatnya, jumlah rumah tangga petani Riau tiap tahunnya mulai berkurang. Dalam setahun, jumlah Rumah Tangga petani di Riau menyusut sebesar 1,75 persen dari tahun sebelumnya.

"Petani Riau banyak meninggalkan usaha taninya karena menilai prospek di bidang pertanian tak begitu bagus. Sebab umumnya, penghasilan uang diterima para petani berkisar Rp 200 ribu per bulan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Mawardi Arsyad, Selasa (7/4).

Menurut Mawardi, rendahnya penghasilan dari usaha tani ini sangat dirasakan oleh para petani kecil yang memiliki luas tanah yang sangat terbatas, yakni di bawah 0,3 hektar. "Mereka inilah yang banyak meninggalkan usahanya dan beralih ke usaha lain," ujar Mawardi.

Tak ayal, produksi beras di Riau setiap tahunnya mengalami penurunan. Jika 2013 lalu produksi padi Riau sempat mencapai 250 ribu ton, tapi pada 2014 turun menjadi 200 ribu ton.

Padahal, kebutuhan beras Riau setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Saat ini kebutuhan beras Riau telah mencapai 900 ribu ton. "Ini artinya Riau masih masih kekurangan sebanyak 700 ribu ton beras lagi," ucap Mawardi.

Karena kondisi membuat Riau terpaksa mendatangkan beras dari daerah lain. Seperti dari pulau Jawa, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

"Karena kita belum swasembada beras, terpaksa didatangkan dari luar daerah," tandas Mawardi.

(rdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags PetaniRiau
Komentar